Jumat, 10 Februari 2017

Sebuah Catatan Untuk Gadis Kecil Bunda

Ini bulan February syang, 3 bln lagi umur meca genap 2 thn
bunda sangat senang & bangga punya meca, meca tumbuh jadi batita pintar & ceria.
Sudah 5 Hari ini hujan terus mengguyur sumbawa siang & malam, angin juga berhembus tdk kalah kencang, deru mesin kendaraan serasa menjadi berat karna smua jalan2 besar juga tergenang. tapi ayah & bunda masih beraktifitas sayang, rumah kita tdk  menjadi salah satu dari bangunan yang terendam banjir hingga ke atap. alhamdulillah meski itupun tidak lantas membuat bunda lega, begitu banyak tman2 bunda & keluarga yg juga ikut terkena bencana, rumah buyutmu misalnya...

Mereka sudh sangat tua tapi lihatlah sayang, bunda saja kagum dengan kekuatan & semangatnya menyisihkan barang2 yg masih bisa dia bawa untuk pindah sementara...buyut tinggal dekat laut  krna kampung nelayan dulunya disana, skrang sudh jadi pemukiman padat meski bukan nelayan.jdi banjirnya datang dari saluran irigasi yg minim & luapan dari pasang air laut.

slain soal rumah buyut ada hal lain yang membuat bunda tdk tenang dari mulai pagi sampai siang tiba, soal ayah..
Ayah bekerja & mengabdi untuk masyarakat yg letaknya jauh dri rumah kita, jarak tempuh ke kota & kecamatan tempat ayah bisa memakan waktu 1- 1,5 jam lamanya tergantung cuaca & kcepatan mengendara. tapi buka karna jauhnya sayang yg bikin bunda terus mengwatirkan ayah, tapi karna kecamatan tujuan ayah adalah lereng gunung yang tentunya tidaklah bersahabat dengan kondisi hujan badai sperti sekarang. Spanjang perjalan kesana adalah bebukitan yg dipecah menjadi jalan, satu sisinya adlah bukit tinggi yg gagah & disisi satunya adalah tebing2 tanah curam lebih mirip jurang.saat musim kemarau tiba wilayah itu adalah wilayah dingin dengan pohon2 tinggi seprti belantara hutan.indah memang untuk memberikan terapi menyegarkan mata dari asap & polusi kota.
tapi musim kemarau & apa yg terjadi skrang sangatlah berbeda, jalanan kesana menjadi mengerikan dalam pikiran bunda, hujan disertai angin kencang begini, kalau roda kendaaran ayah terselip & licin bagaimana? kalau tanah2 bebukitan disisi itu lantas longsor bagaimana? atau pohon2 tinggi yg selama ini bunda anggap indah itu tiba2 tumbang ? ahhh.. pikiran2 itu melintas setiap detiknya & baru akan hilang ketika ayah ada didepan bunda.
Ada banyak sekali sayang kehawatiran dihati bunda....
malam ini adalah malam mubarak, malam dimana suara Al-kahfi & Ya'sin terdendang disetiap rumah & masjid yang ada, matahari sudah lama tenggelam sayang tapi sepanjang jalan penuh orang2 dengan berbagai kepentingan meski hujan deras tidak sedikitpun mau mundur & reda. sepanjang jalan ada toples & tangan tengadah yang membuat hati tidak lagi menemukan damainya...ada banyak yang berinisiatif membantu sesama karna tanah kelahiranmu ini sekarang lagi berduka syang.Sumbawa banjir hampir di semua desa.
Bunda & ayah adalah salah satu yang memenuhi jln ini sayang, tdk untuk menyingsingkan lengan baju lantas berkeliling2 kerumah membagikan makanan & pakaian yang tersisa, maaf ayah & bunda tidak bisa, ada hal lain yang ayah & bunda akan kejar meski hujan badai ini lebih besar dari ini.... meca.. meca buah hati ayah & bunda yang sekarang menjadi alasan ayah & bunda menjadi bgian dri suasna mencekam ini, menorobos gelap gulitanya tanah samawa ini demi gadis kecil kebanggan kami di kecamatan berbeda.
Siang tadi persediaan susu & popok meca sudah hampir habis. Ayah & bunda harus sampai tepat waktu sebelum gadis kecil ini lapar & marah..

 Meca...... Ayah & bunda sangat sayang meca... :)


Pelan2 ayah & bunda sudah keluar dari kota, pohon2 tinggi di pinggir jalan berjatuhan seperti kremes ayam yg terlalu garing di goreng, jatuh tanpa syarat & menyisakan bunyi derit yang terseret.
hujan turun semakin deras sayang, angin ini menusuk hingga ke tulang, berkali- kali bunda harus berteriak minta ayah hati2 & waspada spanjang jalan. baju hujan yang ayah & bunda gunakan sekarang sudah seperti layar kapal dilautan, trombang ambing ditiup angin & disapu hujan, dalam hati bunda bergidik ngeri entah apa alasan malam ini alam semarah ini. Angin ini seperti sebuah emosi yang terluapkan, mengebu2 & menghantam apapun yang mengaku kokoh selama ini.
jarak pandang kami mulai pendek sayang, deru angin yang tadi tiba2 berkurang digantikan guyuran hujan yang berkali2 lipat derasnya, hingga lutut & kaki bunda merasakan nyeri setiap titiknya jatuh menimpa badan. bunda berteriak bertanya pada ayah apakah perjalanan ini kita tunda hingga hujan ini sedikit reda? tapi sia2 angin membawa suara bunda & menghilang didalam kedinginan.
bunda terus berusaha teriak agar ayah mendengar bunda.. butuh sekuat tenaga padahal dagu bunda dibahunya, tepat disamping telinga.
40 mnit sudah kmi ditengah ditengah badai ini sayang,waktu ini pasti lebih lama dri waktu tempuh kami dalam cuaca yang baik2 saja. dalam hati bunda  trus bertanya sudh kah si kecil meca marah skrang tanpa susunya?  derit ban belakang terdengar mengerikan karna ayah mengerem keras & sangat mendadak, bunda gemeteran, sambil triak bertanya ada apa? ada psukan besar air banjir menyebrangi jalanan dari sisi berlawan.debit air ini spinggang sayang bagimana ayah & bunda melanjutkan perjalanan? ya tuhan bunda mulai menangis, bagaiamana mungkin harus kembali setelah sudah sjauh ini? memaksakan menerobos banjir ini bukan solusi kata ayah karna meski kita bisa, motor matic ini tidak akan bertahan dengan mesin menyala dalam banjir ini. tidak keputusan yang baik rasanya selain menunggu.. menunggu tanpa tau apa yang sebenarnya kami tunggu...!!
3-4 menit rasanya ayah & bunda duduk diam ditengah hujan tanpa solusi, pandangan bunda ke arus air yang tidak juga surut itu kini smakin jelas, ada cahaya besar dari belakang kami nak, dengan mata silau kami berbalik arah memutar pandangan ternyata sebuah mobil carry tanpa muatan yang skrang ikut mengantri karna kami menghalangi jalannya, entah apa yang ayah pikirkan,ayah menghampiri pengemudi & berbicara sesuatu yg tidak terdengar samaskali ketelinga bunda karna derasnya suara hujan & air ini. ketika ayah kembali bunda melihat senyum lega diwajah lelahnya, bunda ikut senang meski tidak paham apa yg terjadi atau malah yang akan terjadi.sekian menit berlalu sayang kami kerahkan semua tenaga yang tersisa untuk menaikkan motor yang kami kendarai ke atas mobil itu sayang, ternyata demi bisa sampai & memenuhi apa yang meca butuhkan ayah memohon bantuan untuk bisa membantu kami melewati banjir ini. subhanallah... tuhan selalu membantu hambanya dengan perantara yang tidak terduga.berharap yang ringan tangan membantu sesama juga dibalas allah dengan hujan kbaikan kepadanya..
bunda lega menatap banjir dibelakang bunda, satu kesulitan sudh kami lewati berharap semua baik-baik saja hingga sampai dirumah, di desa dimana meca & nenek sekarang tinggal berpisah dari bunda & ayah. perjalan masih membutuhkan sedikit waktu sayang, jarak kali ini terasa begitu jauh, tangan & kaki kami sudh menggigil kdinginan, nyeri hati bunda ketika melihat ayah menggapai kaca helmednya mengurangi air disana agar jalan sedikit jelas untuknya.
meca tau ? Ayah adalah lelaki super dimata bunda, dia Suami terbaik & ayah Terhebat.. kelak ketika dewasa meca akan tau siapa & bagaimana baiknya kaum adam yang meca panggil ayah. bunda sangat menyayangai & mengasihinya. keluarga kita adalah keluarga sederhana sayang tapi ayah & bunda sangat bahagia, kami bangga punya meca..

Gadis kecil yang hobi teriak kali ini juga berteriak tidak kalah kencangnya dari deru hujan di luar rumah, dingin & lelah kami terbayar sudah. meca kecil berhamburan memeluk kami yang basah sambil berteriak memanggil ayah.mungkin setelah besar meca tidak lagi ingat bagaimana ketika kecil tetap memeluk ayah & bunda meski basah kuyup semua. mungkin juga meca tidak ingat lagi bagaimana ekpresi bahagia meca berlarian ke pintu meski sedang makan makanan yang dia suka.tapi meski meca tidak lagi ingat nanti, bunda akan menceritakan semua hal itu sayang...semua.. tanpa merasa lelah.. karna ayah & bunda sangat sayang meca :)
buat kami tidak ada hal yang lebih penting dari kamu sayang, tidak ada yang lebih urgent dari apa yang kamu butuhkan.. tidak samasekali
bagi kami hidup kami hanya untuk membahagiakan meca, melihat meca tumbuh besar tanpa kurang sesuatu apapun...tidak apapun.
meca akan tumbuh besar lebih dari sekarang ini, entah diwaktu itu bunda & ayahmu masih dipercaya tuhan untuk menjagamu atau tidak tapi yakinlah sayang, tidak ada apapun yang bisa memisahkan hati bunda & anaknya... hati ayah & anaknya...
tumbuh besarlah gadis kecilq.. tatap dunia dengan bangga, kami membesarkanmu dengan smua cinta yang kami punya...jadilah wanita sholihah yang akan membawa kami keJannah ya sayang

Salam sayang dari ayah & bunda

Rabu, 27 Juli 2016

kenapa hujan dan kenapa masa lalu...

Sudah dua minggu ini tanah selalu basah. dalam sepekan hanya sekali dua kali q lihat matahari bertengger bangga..membanggakan terik dan panasnya dengan angkuh...
bulan Juni memamerkan gigi sumbringah di awal hari mungkin dia ingin bilang aku akan menemanimu dalam sisa skian pekan kedepan. welcome Agustus :)

entah kenapa & entah karena apa, hujan selalu memberi damai, entah itu dia datang ketika matahari bersinar terik atau bahkan saat malam yg bangga dengan gelapnya.
hujan adalah implentasi kerinduan, kerinduan terhadap masa yg telah lalu tentunya. knp? Entah.
seperti putaran film lama, adegan satu persatu berkelebat memenuhi otak dan jiwa, berlangsung bgtu saja tanpa bisa dicegah. hujan juga menjadi luapan amarah. knp? karna hanya hujan yg mampu menyimpan dalam redam bunyi tangis yg menggema. hanya hujan yg bersedia menjadi alasan teriakan berani simbol dari sesuatu yg terluka. terluka karena rumah, mertua, saudara bahkan kehadiran orang ke- 3.
apa yg harus q jelaskan tentang orang ketiga, entah apa yg q ketahui tentang orang ke -3.
apa mereka adalah orang bahagia yg berjalan bersama beriringan karena sudah terlanjur berjanji mengabdikan dri untuk orang yg sama? Ah,, rumit rasanya...
lantas kenapa bgtu banyak yg memilih menjadi orang ketiga atau yg sengaja menghadirkan orang ke 3.apa krna hujan juga yg membawa mreka?
dalam ketidaktahuan banyak wanita yg begitu memuja mendung, berharap hujan datang untuk mengisi senyum, menciptakan kedamaian untuk sebuah kolam kebahagiaan kecil yg selalu diisinya dengan cinta & pengharapan bukan sebagai perantara tamu baru. meski jlan takdir & liku hdup mengempas semua penghrapan itu.. memporakporandakan kolam kecil yg selama ini dijaga dengan nyawa hanya untuk alasan tetap bersama beriringan dengan berjuta mimpi dalam angan.
ada banyak keraguan dalam hati kita ketika bgtu banyaknya yg yakin beriringan bersama orang ke 3 itu akan membawa senyum bahagia, krna kenapa? karena tidak ada ikhlas dalam berbagi cinta, tidak ada ridha untuk hal yg terlalu berharga, tidak ada mawaddah dalam hubungan yg tidak ada ikhlas & ridha di dalamnya.
hati mris ketika melihat anak2 yang menjadi korban paling retak ketika masalalu membawa orang ke -3.
prustasi mereka bagai pecahan kaca yg mampu memutus nadi siapa saja, si kcil yg berbahaya.
bahaya untuk masa depan n hatinya......tapi siapa yg salah?
apa orang ke -3 tau apa yg sudh di rusaknya? apa si Mpunya paham kenapa msalalu membawakannya orng ke 3.lalu kenapa hujan membiarkan semua ini?
haruskan hujan yg dipersalahkan ketika banyak hati meronta tak sanggup beriringan meski hujan sudh membuatnya menjadi terlanjur.
semoga kami semua terjaga. tidak ada pikacu diantara kita..
teruntuk suami tercinta. jaga nyawaku dengan tetap setia. aku tau kamu bukan penikmat hujan. tetaplah seperti itu atau aku akan membenci hujan disepanjang sisa hidupku.



Jumat, 21 November 2014

Bejana atau telaga ???

Menjadi seorang anak adalah kodrat yang sudah pasti di lalui semua orang..iya semua orang.. meski tidak semua orang mempunyai kesempatan menjadi orang tua atau sepasang orangtua.
berada dalam keluarga adalah hal yang menyenangkan jika kondisi lingkungan yang di sebut keluarga itu sendri berjalan seimbang..posisi ayah di tempati dengan tanggung jawab, posisi ibu terisi dengan kasih sayang berlimpah dan posisi yang biasanya menjadi korban tidak bahagia jika 2 posisi tersebut kurang porsentasenya atau malah tidak pada seharusnya, posisi anak..posisi yang harus punya banyak hal.menghormati,mengahargai, dll yang akan butuh dua 5 lembar folio untuk sekedar menjelaskan tugas dan tanggung jawabnya.
keluarga adalah lingkup lingkungan primitif sejak manusia terlahir sebagai seorang anak.keluarga akan semakin besar ketika sang anak mendapat kodrat baru menjadi seorang istri atau seorang suami. keluarga baru... keluarga yang lebih besar....keluarga yang tumbuh kembang & tinggal dalam lingkungan dan cara didik yang berbeda tapi harus menjadi satu sketika ketika hubungan anak juga menjadi SAH
Keluarga suami atau istri akan menjadi keluarga bersama, mertua adalah orang tua kedua setelah orangtua sendri, kedudukan mereka adalah sama, hak mereka adalah sama..sama2 orangtua dan sama2 mertua.
meski tidak semua menantu akan mampu menjadi anak yang baik untuk oarang tua barunya,tidak semua mertua sanggup menjadi orangtua baru untuk anak barunya.banyak hal yang mungkin terjadi karena berasal dari lingkungan dan pola pikir berbeda tapi kewajiban kedua belah pihaklah menjadi yang paling baik untuk menjadi anak atau  untuk menjadi orang tua.
hidup dengan mertua adalah momok mengerikan bagi sebagian menantu yang baru menikah, menantu wanita terutama, sperti momok beribu tiri dan sejenisnya.
pola pikir itu terbentuk dari banyaknya pola di masyarakat yang selalu terbentur msalah dalam hubungan dengan mertua atau menantunya.padahal kondisinya tidak serta merta seperti itu..banyak mertua baik di kiri kanan kita, bnyak pula menantu baik diluar sana.
punya mertua adalah suatu anugrah baru dalam hidup anda jika anda mau berfikir positif dan bersyukur atas semua hal yang di anugrahkan tuhan kepada anda.
masalah memang selalu terjadi dimnapun anda berada terlepas anda punya mertua atau tidak,bijaklah menghadapi semua masalah,selalu selipkan ikhlas agar tidak ada satu sisipun dalm hati anda yang akan terluka,syukuri setiap yang anda terima baik ataupun buruknya..percaya...punya mertua adalah sumber senyum baru yang belum sempat anda kecap rasanya..
jika ada hal yang terluka karena bahasa, cara dan apapun dari keluarga baru anda...pesan sya.. "SEGENGGAM GARAM DALAM  AIR SATU BEJANA MEMANG AKAN MERUBAH RASA, TAPI SEEMBER GARAM DALAM TELAGA TIDAK MERUBAH APA-APA." lapangkan wadahnya berarti lapangkan hati anda jika anda ingin luka tersebut sperti debu terbawa angin yang hilang dengan sendrinya,hanya wadah yang lapang yang mampu menampung banyak cerita dan banyak senyum bahagia....

Senin, 14 Juli 2014

Batu & wanita

beberapa hari di tengah gersang kota ini ada rintik rintik hujan...
bau harum tanah yang baru basah...bau bebatuan yang mulai retak jdi humus karna perubahan kondisi linkungan yg cepat...
bicara soal retak..itu batu dan dia tidak terelakkan untuk retak padahal kokohnya di akui dunia..
lantas bagaimana dengan hati manusia? hati wanita terutama..
ketika bahagia  terkadang wanita lupa kalau itu adalah cicilan bayaran atas air mata yg di kucurkan sebelum tdurnya...
dalam kepala para lelaki terkadang air mata itu adalah hal biasa..tidak taukah mreka tetes tetes itu keluar karena ada yg terluka tampa mampu di bendung meski dia di anugrahkan kesabaran lebih oleh sang pencipta.
wanita halus hatinya..gampang rapuh meski bahunya mampu menopang sejuta beban rumah tangga tampa mengeluh stiap detiknya.
dalam hubungan memang tidak ada aturan cpa yang harus mengerti cpa..tidak ada pasal pasal yg mengatur kapan cpa hrus ngalah pada cpa..smua dikondisikan..smua di sesuaikan.. tapi kenapa begitu sulit paham kalau wanita hanya butuh di hargai usahanya,btuh di puja karna rasa dan tulusnya..sebegitu susahnyakah mendapat laki laki yang sanggup memenuhi smua pinta rasa??
 kekuatan batu diukur dari mana dia brasal..batu sungai..batu sungai dengan warna hitam legam, dari bentuk fisiknya saja dia sudah menantang dan kelihatan sanggup menerjang hujan dan panas yang bergantian...
apa wanita juga demikian?
bisakah wanita dinilai dari mana dia berasal? meski bukan nama desa atau nama jalan tapi wanita di besarkan dalam lingkungan keluarga yang menjadi pondasi dan asal buatnya...wanita tegar dan terbiasa sabar diharuskan dari kondisi pondasi yang memprihatinkan?
pribadi yang kokoh memang kebanyakan di dapat dari apa saja yang sudah di jalaninya dalam hidup. meski begitu, kuat dan sabar tidak seharusnya jadi satu2nya harapan jika pasangan memiliki niat yang sama, sama2 bertahan dalam bahtera yg sama.rumah tangga seperti nahkoda dan awaknya..mampu tidaknya sbuah bahtera mengarungi kejamnya samudra bergantung di tangan mereka berdua..bukan salah satunya...
sedikit sekali kaum ada yang mengerti apa saja, bagaiamna saja yg bisa mlukai hati pasangannya, entah karna mereka dilahirkan sebagai kaum kurang peka atau sebagian dari mereka enggan peduli akan kebahagiaan pasangannya.
aku punya banyak sekali pertanyaan kepada kaum mereka.
apa kalian mengerti selain kewajiban nafkah klian juga punya kewjiban menjaga kebahagian batin istri kalian? tdk kah kalian tau setiap sujud ibu dari anak2 kalian, kabaikan untuk kalian adalah kalimat terdepan? tidakkah kalian merasa terkadang begitu banyak hal yang harusnya bisa kalian lakukan tanpa perlu menyakiti raga atau jiwanya? tidk tahukah kalian dialah yg paling lelah kurang istrahat & kurang dandan demi berlangsungnya rumah tangga tanpa hal yg kurang? siapa.. siapaaa yg sekarang punya peran paling besar? siapa? siapa yang sekarang punya jobdesk paling banyak? kalau bgtu mrontanya kalian ketika hanya ditambhkan permintaan untuk sedikit peka untuk menjaga hati pasangan kalian. bertukarlah tempat satu jam saja agar kalian mengerti menjadi Istri & ibu sungguh tidaklah mudah. tidak...

Kamis, 10 April 2014

Sebelum Bosan

CURHAT HOME: Sebelum Bosan: Saat tebangun dipagi hari yang pertama kali terbayang pastilah selalu dia yang menjadi pujaaan hati...dia yang menjadi raja yang memiliki ...

Rabu, 16 Oktober 2013

Ketika Hawa tidak mencintai Adam



Kutinggalkan Indonesia, negeri indah penuh bajingan itu. Bajingan yang bisa berkamuflase, dalam segala bentuk dan suasana. Terbang menuju negeri baru yang mungkin akan memberikan nasib lebih baik bagiku. Posisiku sudah cukup lumayan di rumah sakit tempat aku bekerja, cukup kalau hanya sekedar menghidupi diriku sendiri, tapi untuk menghidupi keluarga, apalagi untuk menghidupi anak2ku nanti, aku tidak tahu. Setelah kupikir lama dan atas persetujuan keluarga, akhirnya aku berangkat juga. Hanya saja ada torehan luka yang tersayat menjelang saat2 keberangkatanku, tunanganku memutuskan untuk tidak memberikan lagi curahan cintanya kepadaku, jarak yang terlalu jauh katanya, alasan klise yang membuat hatiku hancur, perjuanganku selama ini ternyata sia2, pengorbananku terhadapnya terlempar begitu saja. Tapi aku hanya bisa menangis, sampai kacamataku harus rela basah oleh deritaku. Memalukan mungkin, bagaimana mungkin aku menangis di saat usiaku yang sudah menjelang kepala tiga.
Tertatih2 di negeri baru, aku tidak perduli, hidup kuanggap sebagai permainan judi, kalah dan menang adalah keniscayaan. Kehidupan baruku terisi dengan kerja dan kerja, profesi perawat di sini ternyata tidak semudah di Indonesia, aku harus mengurus orang2 tua yang praktis sudah tidak bisa apa-apa, orang2 tua yang sudah tidak diurus oleh anak2nya,
yang hanya didatangi jika mereka sudah mati, hanya demi mendapatkan beberapa dari peninggalannya yang masih berarti.
Aku pun bisa menabung, penghasilan yang kudapatkan jelas jauh lebih besar daripada yang kudapatkan di Indonesia, tak lupa setiap bulan aku akan mengirim sebagian ke keluargaku dan sebagian lagi aku sumbangkan untuk pembangunan masjid di RW-ku yang setahuku sejak aku masih SMP sudah mulai dilakukan pembangunan dan sampai sekarang belum selesai. Keluargaku begitu bahagia, itu terlihat dari surat2 yang mereka kirimkan, tak lupa juga ada salam dari ketua RW segala, yang sangat berterima kasih telah menyelamatkannya dari coreng moreng cemooh atas tertunda2nya pembangunan masjid itu.
1 tahun berlalu..........................
Queen's Day, Koningin Dag, orang sini bilang. Semua orang keluar dari rumah, merayakan hari kelahiran ratu. Dan hari ini telah tertradisikan menjadi sebuah pasar terbuka di seluruh pelosok negeri, semua barang2 rumah yang sudah jarang dipakai ataupun sudah tidak dipakai akan dipajang di depan rumah atau di pusat2 kota untuk dijual murah, mungkin bisa dibilang hampir gratis. Rumah jompo tempat aku bekerja berinisiatif untuk menghibur para bewoners* dengan apa yang kami bisa. Aku dan para teman2 sekerja pun mulai berunding, ada yang menginginkan pemutaran film, ada yang drama, ada yang ballet, ada yang ingin diadakan sekedar pesta kecil2an, ada pula yang tidak mau mengadakan acara mengingat kami kekurangan orang.
Tapi akhirnya diputuskan untuk membuat dua acara, ballet dan drama. Hampir semua dari kami diharuskan bermain, bahkan Eric satu2nya laki2 di antara kami pun diwajibkan ikut. Untuk ballet dipilih bagian terakhir dari cerita "Romeo and Juliet" yang mengharukan itu, setelah berdebat seru karena sebagian yang lain ingin "Don Quixote", karena kisahnya lebih heroik. Untuk drama kami memutuskan untuk memainkan "The Inspector-General" sebuah drama komedi ala Rusia. Aneh2 saja memang, ternyata Rusia mempunyai permasalahan yang hampir sama dengan bangsaku Indonesia, penuh dengan pejabat yang korup dan sewenang2, berteriak2 seakan komunis**tetapi berjiwa oligark***. Eric membisiku begitu, setelah melihat aku hanya melongo saja, karena aku tidak tahu apa isi drama Rusia itu.
Aku kebagian peran menjadi Juliet, dan setelah beberapa lama berdebat, Janice kebagian peran Romeonya. Sebenarnya peran itu ditugaskan ke Eric, tapi Eric dengan mentah2 menolaknya, selidik punya selidik, ternyata dia seorang gay, yang mungkin jijik jika berciuman dengan lawan jenisnya seperti aku ini. Rumor itu ternyata benar, Eric yang akrab sekali dengan dunia malam itu, sepertinya sudah bosan dengan perempuan dengan segala tetek bengeknya.
Siang itu pertunjukan begitu meriah, kulihat lagi senyum2 bahagia di antara orang2 tua itu, yang biasanya sehari2 cuma bisa memerintah dan teriak2 minta tolong. Dan pertunjukan balletku sebagai Juliet adalah pertunjukan pamungkas, dengan adegan ciuman Romeo kepada Juliet, Janice menciumku dengan lembut, lembut sekali, getaran yang bertransformasi menjadi sensasi indah. Aku kaget campur bingung, ciuman itu terasa sangat lain. Geletarnya merambat ke seluruh tubuh...., aku sampai meneteskan air mata.
Setelah acara selesai, Janice menghampiriku, menanyakan apakah aku baik2 saja, karena melihat aku menangis tadi. Aku bilang baik2 saja, karena aku menangis bukan karena sedih, tapi karena ada sesuatu yang tak terkatakan dalam ciuman tadi. Janice mengundangku datang ke rumahnya malamnya, sekedar untuk masak bersama dan keluar ke pusat kota untuk sekedar cuci mata.
Sudah agak larut ketika kami pulang dari tempat kerja kami, aku dan Janice yang kebetulan tinggal tidak terlalu jauh pulang bersama2. Dingin musim semi masih semilir menebarkan nuansanya, masih membuat bunga2 sedikit malu untuk menawarkan indahnya. Kami berjalan agak bergegas, diantara gedung2 kuno dan museum yang memang menjadi ciri khas kota yang aku tinggali. Janice berjalan sambil menggenggam tanganku, dingin yang tadi aku rasakan, berubah menjadi hambar atau mungkin netral, aku tidak tahu. Yang pasti aku seperti cawan anggur yang telah kehilangan isinya, berisi partikel2 udara dan siap dimasuki oleh tuangan selanjutnya.
Sekitar jam 7 malam, aku ke dapur untuk memasak. Tak lama kemudian Janice pun datang, dia sudah berpakaian rapi, agak lain dari biasanya. Kami pun masak Tagliatelle*********, salah satu makanan favorit yang hampir disukai semua orang di tempat kerja kami.
Diam2 Janice merangkulku dari belakang dan membisikkan..
"I love you..."
aku segera menyibakkan tangannya, dan berbalik arah.
"Kamu gila ya......" dengan nada ketus aku mengucapkannya, tak tahu apa ada kata lain yang lebih bagus.
"Kebahagiaan orang yang dicintai adalah kebahagiaan orang yang mencintai" dengan tatapan matanya yang nanar ke arahku, Janice dengan geragapan mengucapkan kalimat itu.
Aku terdiam................................................
Kami tinggal serumah sekarang, sedari awal aku sudah berusaha menyembunyikan berita ini. Tapi gosip dengan santernya beredar, apalagi di kalangan kelompok pengajian PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang sering aku ikuti. Aku menjadi terasing di forum yang biasanya syarat pesan2 moral itu. Anggapan bahwa aku seorang lesbi membuat mereka berhati2 terhadapku, dan dari pandangan mata mereka tampak sekali bahwa mereka seakan jijik melihatku. Itupun ditambah dengan sindiran2 halus nan menyakitkan ketika ada ceramah, tentang berbahayanya homoseksual (menyukai sesama jenis kelamin) baik itu gay ataupun lesbi. Bahkan Hasan, yang selama ini sangat dekat denganku, dan aku tahu dia memang menyukaiku, berubah 180% menjadi memusuhiku.
Hatiku hancur, arus yang biasanya ramah kepadaku, kini semakin deras menyeretku dan merobek2 pertahananku dengan pusaran2nya yang dahsyat dan mematikan. Tapi aku berusaha menguasai diriku, apapun yang terjadi, akal harus selalu berada di atas perasaanku. Kala sendiri di rumah dan Janice sedang kerja, aku sering menangis, mengapa Tuhan membalas ketaatanku selama ini dengan perasaan seperti ini. Tapi sekali lagi aku tidak perduli, apakah Tuhan yang katanya penuh cinta itu akan melarang makhluknya untuk mencintai makhluk lainnya walaupun itu sesama jenis. Dan aku tahu bahwa aku tidak sendiri, Janice yang berasal dari keluarga Katolik Ortodoks itupun menghadapi permasalahan yang sama. Keluarganya sangat marah begitu mendengar bahwa kami samen leven, menginjak2 ajaran Bible katanya. Sodom dan Gomora sudah diratakan dengan tanah, karena Tuhan geram atas tindakan penghuninya, dan sekarang anaknya yang melakukan hal yang sama. Tak jauh beda denganku yang dituduh makar terhadap ajaran Al-Quran, melakukan liwath**** dengan terang2an.
Janice sudah mengatakan tentang hubungan kami kepada orangtuanya, dan dia sekarang menuntutku untuk melakukan hal yang sama, liburan summer ini dia ingin aku memperkenalkan dia ke keluargaku. Aku shock berat, tak tahu harus berbuat apa, berpikirpun aku tak berani, aku yang sudah sedemikian terisolir di kalangan sahabat2ku itu, tak mau membayangkan jika juga harus terdepak dari keluargaku yang sangat aku cintai. Sedemikian pedih penderitaanku, dan tidak ada yang bisa aku ajak membagi cerita, apalagi membagi duka. Kalutku semakin memuncak, sampai aku sakit, beberapa hari ini aku tidak masuk kerja. Kadang ada pikiran untuk mengakhiri saja hidup ini, tapi ketika kupikir lagi, bukannya menyelesaikan masalah, malah akan tambah memperparah. Tiba2 ada keinginan untuk memainkan hp-ku, dan mataku terantuk pada sebuah nama, Ahmad, dia yang selalu diam ketika ceramah itu dan seketika berubah menjadi play maker dengan canda dan kata2nya sehabis ceramah. Aku meneleponnya...
"Met Ahmad *****......." terdengar suara merdunya di ujung sana.
"Assalamu alaykum, Ahmad kamu bisa datang ke rumahku sore ini"
"Hhmmm, aku kerja sampai jam 5 sore, gimana klo agak malam, jam 7an gitu, tidak apa2 kan..?"
"Oke deh, klo kamu capek ya jangan, tapi klo tidak terima kasih sekali. Tot vanavond..******"
Ahmad datang tepat waktu, sudah menjadi kebiasaannya, justru karena dia tidak pernah memakai arloji. Gatal katanya kalau pakai arloji, dasar orang kampung hehehe..., tapi konon Ahmad ini pinter, dan religius juga, puasa senin kamisnya gak pernah ketinggalan walau udah lama di negeri orang. Tapi persetan dengan itu semua, mau dia puasa, mau dia sholat, mau dia bajingan, aku tidak perduli, aku hanya ingin curhat. Meminta sekedar pendapat tentang masalahku.
"Tuhan menghukum kaum Luth di Sodom dan Gomora, karena mereka mau melakukan homoseksual itu dengan paksa, dan waktu itu akan dilakukan kepada tamu nabi Luth, sebenarnya jika dengan baik2 dan tidak memaksa, mungkin kejadiannya akan berakhir lebih bagus"
aku kaget bukan alang kepalang, kata2 menyejukkan pertama kali yang kudengar dari orang yang kubayangkan beragama. Setelah aku cerita panjang lebar tentang diriku, aku hanya bisa berharap bahwa Ahmad menasihatiku baik2 bahwa perbuatanku salah dan sebagainya, atau menjelaskan bahwa perbuatanku adalah salah satu mental disorder ( kelainan jiwa).
"APA (American Psychiatric Association) sudah menerangkan bahwa homoseksual bukan kelainan, begitupun WHO. Kita menjadi gay, lesbi, biseks ataupun hetero bisa jadi karena memang dari sananya sudah begitu, naturenya kita sudah diciptakan begitu. Aku sebagai seorang hetero tidak berhak menyalahkanmu atas pilihanmu, karena cinta adalah ungkapan tulus seorang anak manusia, siapapun itu bahkan Tuhan sekalipun tidak berhak melarangmu"
pernyataan keduanya lebih membuat aku kaget lagi, seorang Ahmad yang selama ini diam ternyata menyimpan pernyataan2 toleran dan egaliter semacam itu.
"Tapi aku pernah juga mencintai seorang laki2 Ahmad, aku takut kalau aku mengingkari kodratku" aku masih kurang percaya apa yang dikatakan Ahmad, aku hanya ragu mungkin saja dia hanya ingin mengurangi deritaku dengan ucapan2nya.
"Memang, karena memang homoseksualitas tidak hanya dari nature saja, tapi juga dari nurture, lingkungan yang membentuk kita. Setiap orang bisa berbeda dalam tahap identifikasinya, teman sekolahku, seorang cowok yang sejak kecil tinggal bersama neneknya dan dikasih main boneka2 an akhirnya dia mempunyai sifat gay juga"
Krinnggg....Kringgg...Kringg...........
suara bel dipencet, rupanya Janice sudah selesai kerja. Aku segera bangkit meninggalkan Ahmad dan membuka pintu untuk Janice.
"Goede avond schatje..*******" suara serak Janice langsung keluar begitu pintu terbuka.
"Kom binnen mijn lieveling..********"
Janice langsung mencium aku di bibir. Setelah bibirnya lepas, aku segera ingin memperkenalkan Janice pada Ahmad, Ahmad rupanya agak melengos, mungkin baru pertama kali bagi dia menonton adegan ciuman dua cewek secara langsung di depan matanya, sehingga sifatnya yang malu2 menuntunnya untuk lebih baik tidak melihat.
Setelah perkenalan basa basi, Janice langsung pergi ke kamar mandi, dan aku melanjutkan percakapanku dengan Ahmad di kamar. Aku lebih suka di kamar karena pembicaraan kami memang rahasia, dan Janice tahu itu. Dia tidak cemburu kalau aku memasukkan cowok ke kamarku, tapi kalau cewek, dia pasti akan marah habis2an.
Rupanya dibalik diamnya, Ahmad adalah sahabat yang sangat hangat dan charming, pendengar yang baik dan pengertian. Sehingga dengan itu, aku mendapatkan perasaan untuk bebas mengungkapkan segala keluh kesahku. Akupun cerita panjang lebar tentang masa laluku di pesantren, dimana aku merasa bahwa kehidupanku sangat dikekang. Apalagi kalau masalah cinta2an, menerima surat saja disensor habis2an. Jika tidak dari keluarga, kemungkinannya kecil sekali untuk sampai ke tangan yang dituju. Mungkin aku menikmati hubungan sesama jenis sejak aku di pesantren, karena nafsu yang menggebu dan tanpa ada penyaluran sama sekali walaupun lewat surat, banyak di antara kami yang bercinta di antara kami sendiri. Aku tidak tahu angka pasti berapa yang melakukannya, tapi yang pasti cukup banyak di antara sekitar 3.000 an santriwati yang belajar di pesantren itu. Ahmad masih mendengarkan dengan setia, sambil kadang mengangguk, atau menerawang tak tahu ke mana.
"Struktur dan paham institusi religi memang perlu saatnya banyak dirombak, kejadian yang kamu alami tidak hanya terjadi di pesantren wanita, di pesantren laki2 pun seperti itu, bahkan bukan rahasia lagi banyak pula terjadi di kepastoran atau di paroki, di wihara dan sebagainya, dimana pengekangan seks telah melampaui batas normal."
Lagi2 Ahmad membuatku tersentak, darimana dia tahu kalau kasus homoseksual itu terjadi di banyak lembaga2 suci itu. Jangan2 dia ngarang cerita saja, tapi aku tidak berani bertanya. Sepertinya dia bersungguh2 dengan ucapannya, dan aku tahu dia orang yang tidak suka berbohong.
"Ahmad, Janice meminta aku untuk memperkenalkannya pada keluargaku summer ini, sebagai pasanganku tentunya, karena dia sudah melakukannya pada keluarganya, bagaimana menurut pendapat kamu...? "
" Aku tidak tahu, itu terserah kamu, kalau kamu rasa orang tuamu siap, tidak masalah. Tapi maafkan kalau aku salah, menurut pertimbanganku, bapakmu yang kiai itu pasti akan shock berat. Sebaiknya jangan secara frontal memberitahu hubungan kalian, datanglah dulu apa adanya, biarlah Janice menjadi sedikit bagian dari keluargamu, mungkin kedatangan selanjutnya ketika suasana sudah cukup cair, baru kamu bilang terus terang".
Aku memeluk Ahmad, dia rupanya kali ini yang kaget....
"Terima kasih ya......."
tubuh Ahmad begitu hangat, tiba2 saja aku mengarahkan bibirku ke bibirnya, dia semula mengelak ke belakang, tapi aku segera menarik tubuhnya kembali.
"Kamu gila ya.." bisik Ahmad pelan-pelan.
"Cinta itu tidak sesederhana yang kita rasa" aku kembali memagut bibirnya.
>>>>>>>>>>>>>>>>to SOme one.>>>>>>>>>>>>>
.lihatlah..perubahan bisa dilakukan siapa saja..q tunggu hal itu di dirimu..!!!
>>>>>>>>>>>>>>>>> Mt>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

* penghuni panti jompo
** dari kata komunal, mengutamakan kepentingan orang banyak.
*** oligark, seorang yang berjiwa oligarki (pemerintahan berada di sebagian kecil segmen masyarakat)
**** secara harfiah berarti perbuatan kaum nabi Luth, yaitu homoseksual.
***** Dengan Ahmad...., budaya di Belanda ketika mengangkat telpon, langsung menyebut nama.
****** Sampai malam nanti
******* Selamat Malam Sayang
******** Silahkan Masuk Kasihku
********* Sejenis pasta, bisa juga disebut fetuccini